Thursday, 22 February 2018

13 Aurat Wanita yang Wajib Dijaga

View Article
Wanita memang diberkati oleh Allah dengan segala keindahan,tapi terkadang itu salah digunakan untuk membuat para pria tergoda dan terbayang.nah apa saja 13  Aurat Wanita tersebut?


1. Bulu kening (Alis)
Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening
(Petikan dari Hadits Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)


2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng
Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan
(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31. Keterangan : Menampakkan kaki dan mengayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng, sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah)


3. Wangi-wangian
Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berkumpul itu kata orang sekarang hidung belang
(Petikan dari Hadits Riwayat Nasa’i, Ibn Khuzaimah dan Hibban)


4. Dada
 Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bagian depan dada-dada mereka
(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31)


5. Gigi
Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir (pangur) gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya
(Petikan dari Hadits Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)


6. Leher
Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahilliah yang dahulu
Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.


7. Membayang Anggota Tubuh
Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menampakkan anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah saja
(Petikan dari Hadits Riwayat Muslim dan Bukhari)

8. Berjabat Tangan
Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya
(Petikan dari Hadits Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

9. Memandang
Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya
(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31. Keterangan sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama saja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram – Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

10. Mulut (suara)
Janganlah perempuan-perem -puan itu terlalu mendayu-dayu dalam berbicara sehingga orang yang mendengarkan ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perka -taan yang baik
(Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32)

11. Kemaluan
Dan katakanlah kepada perempuan-perem -puan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka
(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31)

Apabila seorang perempuan itu sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Surga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya
(Petikan dari Hadits Riwayat Riwayat Al Bazzar)
Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah
(Petikan dari Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah)

12. Pakaian
Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebiha -n terutama yang menyolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti
(Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud , An Nasa’i dan Ibn Majah)
(Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Keterangan : Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab dan longgar, yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Dan karena itu mereka tidak diganggu. Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang)

Sesungguhnya sebagian ahli Neraka ialah perempuan-perem -puan yang berpakaian tetapi telanjang yang cenderung pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium baunya
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim. Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ -membentuk dan berbelah/ -membuka bahagian-bahagi -an tertentu)

13. Rambut
Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perem -puan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya dari pandangan/ -dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)


Tuesday, 13 February 2018

Kabar Gembira di Balik Sakit

View Article
Kita semua pasti tidak pernah luput dari cobaan baik itu dengan keburukan dan kebaikan.
Alloh telah berfirman;

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
artinya :
tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (al anbiya 35)

1. Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia mampu bersabar
nilai dari sabar itu sendiri pun sangat mulia di sisi Alloh subhanahu wata'ala. termasuk sabar dalam menghadapi sakit yg kita derita.
rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ
artinya :
sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. (HR muslim)


memang tidak mudah untuk bersabar ketika sakit tak kunjung sembuh. manusiawi jika kita punya keinginan untuk sembuh dan kecewa ketika berbagai pengobatan tidak juga ampuh.

tapi kita harus ingat mau kita bersabar atau tidak bersabar, hasilnya sama...
kita bisa saja memilih untuk tidak bersabar tapi kita akan melewatkan pahala besar...
saya pernah dengar ceramah ustadz oemar mita, Alloh tidak menjelaskan secara jelas ganjaran untuk orang yg mampu bersabar. karena saking besarnya....saking awesomenya ganjaran untuk orang yg mampu bersabar.

2. Sakit akan menghapuskan dosa
dengan sakitnya seorang mukmin yg tetap taat dan sabar, maka Alloh akan menghapuskan dosanya. rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda :

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ  مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
artinya :
tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit yang berkepanjangan, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab-sebab tersebut. (HR bukhori)

3. Sakit akan membawa keselamatan dari api neraka
ada lagai hikmah yg lain yaitu dijauhkannya si sakit dari api neraka. Maka dari itu jangan sekali pun kita memaki keadaan dimana penyakit tak kunjung sembuh meski sudah ikhtiar kemana2.. tidak mengapa karena ada kabar gembira..
rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Alloh akan mengahapuskan dosa-dosa anak adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. muslim)

4. Sakit akan mengingatkan kita dari kelalaian kita
normal kok kalau ketika sakit, kita langsung ingat dengan dosa2 masa lalu... tidak usah malu dan menutup diri dari perasaan seperti ini ketika sakit.
karena itu pertanda bagus,,,, bahwa Alloh sedang membuka hati kita..
sesuai dengan firman Alloh;

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
artinya :
dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rosul-rosul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Alloh) dengan tunduk merendahkan diri. (qs al anam 42)

kita harus tetap ingat bahwa setiap cobaan yg Alloh berikan adalah wujud cintaNya agar kita kembali mengingatnya dan kembali mendekat kepadaNya..
melembutkan hati kita sehingga kita mampu untuk bersabar menghadapinya (jgn lupa sambil ihtiar ya..)

sebagai penutup,,, kita patut bergembira, karena bisa jadi dengan penyakit ini kita akan bersih dari dosa bahkan tidak mempunyai dosa sama sekali.
Bisa jadi dengan Sakit, Allah Subhanahu Wataala sedang memberi kita peluang untuk mendapat pahala, yang mana sakit itu juga bisa sebagai pengganti amalan amalan sunnah yg jarang kita kerjakan. tentunya kita harus bersabar dalam menghadapi sakit tersebut.

sesuai sabda nabi berikut ini,

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ

حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

artinya : cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Alloh tanpa dosa sedikitpun. (HR at tirmidzi)

semoga kita selalu dilindungi oleh Alloh dimana pun kita berada dan apapun keadaan kita. aamiin ya robbal alamiin.

Thursday, 8 February 2018

Waspada Sihir Pengolah Jiwa

View Article
Rizqi Ginanjar albantanny (mantan dukun ilmu hitam) sekarang menjadi salah satu Peruqiyyah syar'iyyah

WARNING

Saudara/saudariku yang dirahmati Allah... 

Fenomena orang terlajak " GILA" yang seolah olah mereka berkonspirasi dengan syaithon untuk menumbangkan para 'alim Ulama kita adalah fenomena yang amat sangat menggores luka dihati kita para kaum muslimin.... 

Seolah-olah kejadian tsb memang sengaja Memaksa bathin,  pikiran dan hati kita merangkum semua itu adalah bukan unsur suatu " KEBETULAN" saja...  Melainkan ada sesuatu misteri tentang semua ini... 

Namun,
ana pribadi tidak akan membahas tentang terkait masalah apa hal ini semua terjadi,  melainkan disini ana akan mengupas dari sisi berbeda....  " yakni dari sisi kisah supranaturalnya... 


Dahulu mungkin menjadi memory buruk kita sebagai umat muslim tentang kejadian dimana para Ulama kita dibantai secara membabi buta oleh mereka mereka yang tidak sama sekali pantas disebut manusia.... 

Pada tahun 1926 dan  1948, serta pada tahun  1965  kejadian serupa seperti sekarang pernah terjadi dan konsepnya sama... 

" MEMBUNUH PARA ULAMA DAN SANTRI "

dan hal tersebut benar- benar jelas seperti terulang lagi sekarang ini dengan konsep yang sama....

Sekedar menjadi pembelajaran saja.... 

Kisah ini ana langsung dapat dari Guru Ilmu hitam Ana dahulu... 

Beliau pernah menceritakan tentang adanya campur tangan "SIHIR" dalam kejadian pembantaian ulama dimasa lalu dan mungkin juga kejadian kejadian belakangan ini... 

Beliau dahulu diminta kerja sama dengan entah siapa untuk membunuh para ulama dengan Ilmu sihirnya sehingga mereka yang meminta seolah
" CUCI TANGAN " terhadap kejadian tersebut... 

Singkat cerita beliau menyetujui hal tsb..  Bahkan tanpa bayaran sekalipun karena memang itu tugas syaithon sehingga dengan segera syaithon membisikan persetujuan terhadap kerja sama tsb..... 

Setelah beberapa kali percobaan mengirimkan Ilmu sihir Kepada para 'Alim ulama yang berpengaruh pada saat itu..  Di setiap penjuru kota,  namun ternyata tidak ada satu pun yang tepat sasaran atau bisa dibilang " GAGAL"

Hingga terlahirlah... 
Konsep " SIHIR PENGOLAH JIWA "

yang mana lahirnya konsep tersebut karena ungkapan Dari guru ilmu hitam tersebut adalah... 

" JIKA KITA TIDAK BISA MENYENTUH PARA ULAMA DENGAN ILMU SIHIR SECARA LANGSUNG,  MAKA KITA AKAN MENYENTUH ULAMA TERSEBUT DENGAN KEKEJAMAN YANG NYATA KARENA ULAH ILMU SIHIR "

SIHIR PENGOLAH JIWA maksudnya adalah sihir yang memprogram kerja otak orang yang memang sudah dalam " KEADAAN PUNYA PENYAKIT KEJIWAAN" ataupun orang-orang yang " BERJIWA ORANG GILA "

Sehingga orang orang tersebut diprogram untuk satu tujuan yakni untuk " MENGHABISI PARA ULAMA DAN SANTRI" seperti " HEWAN BURUAN" yang mana mereka akan menghabisi para ulama dan santri secara membabi buta..... 

Nah.. 
bagaimana para tukan sihir tsb bisa menyebarkan virus virus sihir pengolah jiwa tsb..?

1. Para tukang sihir memerintahkan jin jin sihir mereka untuk menyebar diseluruh penjuru nusantara dengan tujuan mencari calon pejuang kebathilan  mereka untuk menumbangkan para Ulama dan Santri, 

Kateristik pejuang kebathilan   yang mereka cari adalah :

- Orang yang sudah memang tervonis punya gangguan /penyakit pada kejiwaannya
- Orang yang sedang dalam keadaan stres berat
- Orang yang memang berjiwa " SEPERTI ORANG GILA"
- Orang yang sudah mulai dalam kondisi unnormally.. 

Setelah mereka sudah dapat semuanya... 
Mereka akan diprogram secara supranatural untuk menumbangkan para ulama dengan setiap orang atau beberapa orang pejuangnya disisipkan kode sesuai dengan ulama atau pondok pesantrenya atau nama mesjid yang biasa Para ulama itu disana berdakwah sepanjang hari.... 

Pejuang kebathilan ini mereka punya target sasaran sesuai domisili dimana mereka bertempat tinggal......

Dan sihir ini sangat amat menular sekali...  Kepada karakteristik yang disebutkan diatas..

Lewat apa saja sih menularnya sihirnya ini....?

1. Lewat media Elektronik
2. Media massa
3. Gadget
4. Berita tentang peristiwa ulama dibunuh yang didengar orang orang berkarakteristik sebagai calon pejuang kebathilan diatas... 

Contoh :

Misalkan dirumah kita memang ada orang yang terindikasi atau tervonis punya kelainan/penyakit jiwa.. 
Pada saat beliau ada disekitar kita, kebetulan kita lagi menonton tentang berita penganiayaan terhadap para Ulama dan Santri....  Dan orang dirumah kita yang punya kelainan jiwa tanpa disengaja atau disengaja melihat berita tersebut oromatis sihir ini terprogram langsung kepada keluarga kita yang punya penyakit kejiwaan tsb.... 

Atau ketika kita sedang update berbincang dengan salah satu keluarga tentang peristiwa ulama yang di bunuh atau dianiaya tersebut dan mereka tanpa sengaja mendengarkan kebetulan ada didekat kita yang sedang berbincang tentang permasalahan itu,  otomatsi sihir ini terprogram...

Atau kita punya keluarga  depresi berat dan mendengar atau melihat kabar tersebut,  itu bisa menjadi pemicu sihir ini membelenggu jiwanya sehingga terprogram secara langsung mengikuti apa yanh mereka dengar dan lihat...

Atau ada saudara kita yang terindikasi gangguan kejiwaan akan tetapi masih mempergunakan gadget,  dan tanpa sengaja melihat atau membaca entah dari mana berita tersebut,  ini juga bisa memicu sihir ini terprogram secara otomatis.... 

Dan ketika mereka terinfeksi maka yang menjadi sasaran mereka adalah para Ulama dan Santri Didekat daerah mereka sendiri

Wallahu'alam.... 
Ini hanya sebatas pembelajaran dan bekal agar kita mewaspadai jika hal tersebut memang berkaitan dengan artikel ini..... 

Jadi untuk antum semua yang mungkin punya teman atau keluarga yang sesuai dengan karakteristik diatas... 

Jauhkan mereka dari media apapun yang mana berita tentang fenomena tsb bisa terbaca dan terlihat atau terdengar olehnya..... 

Jangan berbincang tentang fenomena ini didekat mereka

Jauhkan gadget dari mereka..... 
Terus perdengarkan ayat ayat Al Qur'an dirumah kita

Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan dan perlindungan kepada para Ulama dan Santri Kita dinusantara khususnya dan Diseluruh penjuru dunia dimanapun mereka Berada..... 

Himbauan Meruqyah Pasien Yang Jiwanya tidak Stabil.

Terkait dg kejadian kejadian memprihatinkan yang menimpa para ulama. Kita menduga bahwa ada sihir yang bekerja memanfaatkan orang yang mengalami masalah dalam jiwanya.

Oleh karena itu, sy menyarankan agar saat meruqyah perhatikan pasien dengan kondisi kejiwaan sebagai berikut :

a. Emosi sangat tidak stabil
b. Depresi berat
c. Hilang ingatan sesaat sesaat atau lama
d. Sering mengingat, ngoceh ttg pesantren dan ulama dg kebencian dan kemarahan

Pada kasus seperti ini maka ruqyah lah dengan :

1) Niat memohon kesembuhan, dan penjagaan
2) Membatalkan sihir dan ain
3) Berikan kurma tiap pagi
4) Minumkan zam-zam dan basuhkan / usapkan / tuangkan di wajah, dada, dan ubun ubunnya.

Jika kita mendapati tetangga kita yang mengalami hal hal diatas maka bantulah dg meruqyahnya. Smg Alloh berikan kesembuhan sempurna padanya. Aamiin

RIZQI & NADHIF RLC


Barakallahu Fiiekum...

Mati Layaknya Keledai

View Article
Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?."

Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

 
Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.

Mengenai hal ini, Dr.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.

(Sumber: Majalah "al-Majallah", volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah azh-Zhâlimîn", Seri ke-9, h.73-74)

Friday, 2 February 2018

Jiwa Pemaaf Rosulullah Kepada Sahabat Yang Berjasa

View Article
Ketika Rasulullah  bersama kaum Muslimin bersiap sedia menjelang “Fathu Mekah”. Hatib bin Abi Balta’ah telah menulis surat kepada penduduk Mekah untuk memberitahu mereka tentang hal itu. 
Dia menyatakan kepada mereka :
“Sesungguhnya Muhammad ingin memerangi kamu, maka hati-hatilah kamu sekalian”.
Surat itu dikirim melalui seorang wanita yang sedang dalam perjalanan ke Mekah bernama Zha’inah.

Lalu Allah  menurunkan wahyu kepada Rasulullah  menerangkan hal pembocoran rahasia tersebut.
Rasululullah  segera memanggil Ali, Zubair dan Miqdad dengan sabdanya :
“Segera kamu sekalian berangkat ke sebuah tempat Raudhah Khak, kerana di sana ada Zha’inah (wanita musafir) yang membawa surat, maka ambillah darinya kemudian bawa surat itu ke mari”.

lafal Muhammad SAW-oaseiman

Selepas itu kami segera pergi, sehingga ketika sampai ke Raudhah kami pun memjumpai wanita tersebut.
Kami berkata kepadanya :
“Keluarkanlah surat itu”.
Ia menjawab :
“Surat apa, saya tak bawa apa-apa surat pun”.
Kami berkata :
“Betul kamu tidak membawa apa-apa surat! kamu mau berikan surat itu atau kami tanggalkan pakaianmu”.
Akhirnya dalam ketakutan, dia pun mengeluarkan surat itu dari sanggulnya.
Kami pun terus mengambil surat tersebut dan segera pulang ke Madinah dan menyerah surat itu kepada Rasulullah.

Tenyata surat itu berbunyi :
‘Dari Hatib bin Abi Balta’ah, ditujukan kepada sekelompok manusia dari orang-orang musyrik di Mekah…dan seterusnya’. Antara isi kandungannya memberitahu mereka tentang sebahagian dari rahsia Nabi Lalu Rasulullah S.A.W memanggil Hatib dan berkata :
“Wahai Hatib! apa yang telah kamu lakukan ni?”
Hatib menjawab :
“Wahai Rasulullah!
Janganlah Engkau tergesa-gesa menuduhku.
Sesungguhnya aku seorang yang sangat rapat hubungan dengan Quraisy, dan bukankah aku termasuk orang yang terbaik di antara mereka, dan di antara orang yang bersamamu dari orang-orang Muhajirin, mereka mempunyai kaum kerabat dan mereka ingin menjaga keluarga dan harta mereka.
Maka aku adalah seorang yang ingin memelihara kerabatku.
Aku tidak melakukan hal ini kerana kafir atau murtad dari agama Islam.”

Lalu Umar bin al Khatab mencelah dengan berkata :
 Wahai Rasulullah!
“Izinkan aku memenggal leher si munafik ini”.
Rasulullah menjawab dengan sabdanya :
“Wahai Umar, sesungguhnya dia terlibat dengan peperangan Badar.
Apa yang kamu ketahui hai Umar?
Mudah-mudahan Allah mengetahui ahli Badar.”
Lalu Rasulullah  bersabda :
“Wahai ahli Badar! Buatlah apa yang kamu suka, sesungguhnya aku telah memaafkan kalian.”

Maka turunlah firman Allah  yang bermaksud :
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh Ku dan musuh mu menjadi teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita Muhammad) kerana alasan rasa kasih sayang, pada hal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu kerana beriman kepada Allah, Rabbmu, jika kamu benar-benar keluar berjihad di jalan-Ku dan mencari keredhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian) kamu memberitahu secara rahsia berita Muhammad kepada mereka, kerana kasih sayang.
Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan, dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus”.
(Al Mumtahanah : ayat ke-1)

Sesungguhnya banyak pengajaran yang kita pelajari dari peristiwa ini.
Ia memberi penjelasan kepada kita bagaimana tarbiyah Rasulullah melalui berbagai peristiwa yang berlaku. Rasulullah adalah seorang pemimpin dan murabbi yang agung.

Kita dan umat mungkin merasa terkejut dengan tindakan Hatib, pada hal dia seorang sahabat generasi pertama dan ahli Badar.
Itulah hakikat jiwa manusia, kadang-kadang mengalami saat-saat lemah atau futur.
Sekali pun telah mencapai kekuatan iman, kemungkinan keliru dan lalai tetap saja ada.
Hanya Allah saja yang tidak yang tidak pernah salah, dan hanya Allah yang Memberi pertolongan.

IBRAH :1. Setiap manusia tidak lepas dari khilaf, termasuk para sahabat
2. Rasulullah dalam memberi hukuman tidak saja melihat tingkat kesalahannya, tapi melihat jasa jasa nya dalam perjuangan
3. Rasulullah memiliki jiwa pemaaf kepada sahabat sahabatnya, terutama Ahlu Badr

Tuesday, 23 January 2018

Bersiap Kehilangan Guru dan Rekan Terbaik Kita

View Article
“Jika dulu kita sering dengar kabar baik tentang ikhwah kita seperti baru menikah, lahiran anak, sukses jadi Aleg, lancar usahanya. Maka kini kita harus sudah terbiasa mendengar kata sedih seperti kabarnya sakit si fulan/ah, bangkrutnya usaha ikhwah ini, dan agak sering kabar duka tentang wafatnya ustadz dan para ikhwah kita”

Di suatu malam sendu, saya tercenung. Iya juga ya dalam hati.. jika dulu ustadz/ah masih pada muda. Kini wajah mereka menua, jalannya sudah pelan – pelan, dan sering kabar sakit berseliweran di grup – grup koordinasi.

Jika dulu kita ingat wajah sumringah.. berbarengan dengan anak – anak kecil lari berhamburan.. kini kita lihat, uban sudah memutih.. tongkat atau kursi roda sudah mulai digunakan.. bicaranya sudah pelan.. dan sambil mengingat – ingat tempo dulu yang terasa cepat, tak sadar kini ustadz/dzah kita menua.
ustad-hilman-rosyad

Saya berpikir, kita sudah berada di fase kedewasaan. Jika mengikuti pola grafik trend life of cycle. Generasi dakwah ini di Indonesia pada tahapan mature. Umur dakwahnya sudah mulai establish, akar – akar ideologisnya sudah mengakulturasi pada budaya bangsa itu sendiri. Coba kita lihat trend busana hijab, tren pelatihan dan seminar dakwah, sampai demonstrasi Palestina sudah bukan milik jamaah ini lagi, namun sudah menjadi bagian milik bangsa besar ini.

Dulu kita mudah mengenali mana akhwat mana muslimah umum. Sekarang, para wanitanya sudah jamak menggunakan gamis tertutup dan hijab lebar, sampai kadang salah tebak bertanya “Mbak, Liqo dimana?” Mbak itu pun tersenyum “Liqo, apa itu? Saya ngaji di mana2.. seringnya sih di youtube, hehe.. kebetulan ikut ODOJ, trus temen satu grup jual hijab bagus bgni ya ada rezeki beli, alhamdulillah”

Jika dulu sekolah – sekolah IT (islam terpadu) di dominasi anak – anak temen pengajian, sekarang sudah masyarakat umum mulai dari pengusaha, karyawan asing, sampai anak Tentara, hehe.. beneran.. kalau ditanya kenapa sekolahin anaknya di Sekolah Islam Terpadu? Katanya mereka seneng lihat anak – anak muridnya punya sikap yang baik, bisa rajin ibadah, dan terpenting bisa dipercaya untuk titip anak, hehe.. well, beragam motivasinya, tetapi memiliki harapan yang sama, ingin anaknya jadi orang terbaik.

Saya memahami, beginilah dakwah jika sudah mengalkulturasi. Sensitivitas partisan memudar seiring berjalannya waktu, bahwa dakwah ini cocok dengan karakteristik bangsa ini, dan diterima sebagai bagian dari nilai – nilai masyarakat.

Maka tuntaslah tugas para asabiqunal awwalun kita, para masayaikh yang memulai dakwah ini dalam fase awal – awalnya yang kritis. Dicurigai, di inteli, dan nyaris di labeli terlarang. Dakwah ini dan dakwah islam yang lebih luas alhamdulillah berada pada titik kebebasannya yang optimum. Dengan perjuangan di legislatif juga di eksekutif, kini tak ada orang atau pihak manapun untuk melarang orang berdakwah dan menyampaikan ajaran islam. Bahkan, ajaran islam kini menggeliat di kantor – kantor hingga di kedinasan, bahkan terakhir aturan seragam hijab TNI dan Polri di sosialisasikan untuk mengakomodir para muslimah yang bekerja di institusi tersebut, sebuah issue yang sulit dibayangkan implementasinya puluhan tahun lalu.

Kini, saya menatapi satu persatu foto para pejuang dakwah ini, di antara foto – foto para kader yang juga sudah wafat satu per satu. Kita tidak mengenal mereka mungkin lebih detail, namun kita bisa rasakan karyanya bagi umat ini. Mungkin inilah amal jariyah yang tak terputus hingga alam kubur, yakni ilmu yang bermanfaat. Para asatidz kita yang mendahului kita ini, usianya memang pendek, namun insya Allah karyanya bagi eksistensi dakwah akan melampaui usia biologis mereka. Benarlah janji Allah bahwa masing – masing umat memiliki Rijal – nya.. pemimpinnya.. dan benarlah janji Allah, bahwa kesudahan bagi orang – orang yang istiqomah menyerukan kebaikan siang dan malam.. akan Allah akhirkan dengan akhir yang baik.. Husnul Khatimah..

Mengutip ucapan Ustadz Tifatul Sembiring.. “Selamat Jalan guru kami. Sesungguhnya kita tidak berpisah, kita hanya sedang mempersiapkan sebuah pertemuan yang kekal”
Bersiap tentang Kabar duka selanjutnya, namun bersiap juga tentang kabar gembira serta kemenangan pada akhirnya.. aamiin

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.

-Surat Al-Baqarah, Ayat 25

Bekasi, 15 Januari 2018

Muhammad Ilham

sumber : ngelmu.co

Saturday, 20 January 2018

Mereka Mengajarkan Kita !

View Article
Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kita jujur pada teman, dia berdusta pada. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya. Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu! Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu. Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan, sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berperilaku seperti dia.

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang kesulitan sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif dan santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

mereka mengajarkan kepada kita oase iman
Hal yang menyakitkan adalah saat kau mencintai seseorang dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba mengirimkan kartu undangan pernikahannya, sebenarnya hal ini sedang mengajarimu untuk RIDHA menerima takdir-Nya.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kita alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak diperdulikan/dicuekin, atau bahkan dicaci dan dihina. Sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu.

Mungkin ALLAH menginginkan kau bertemu orang dalam berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu.

Monday, 15 January 2018

Dongeng Sholat

View Article
Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, "Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"



Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......

Kemudian ketika datang waktunya maghrib,temannya itu ternyata tidak sholat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan sholat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi,dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!"

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?".

"Aku takut!",jawab setan dengan suara gemetar.

"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh "sujud" pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.

Monday, 1 January 2018

Waktu Begitu Cepat Berlalu

View Article
Subuh baru saja usai. Mentari pagi bergerak perlahan, meninggalkan peraduannya, untuk menerangi bumi, menjalani titah Illahi. Detik demi detik berselang, berganti menit, kemudian jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Kini……fajar 2018 telah terbit.Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu.

Ketika kuingat kembali, sudah lama nian aku pergi meninggalkan kampung halaman. Teman mainku di kala anak-anak, kini sudah menjadi orang tua anak-anak. Bayi-bayi lucu yang dulu sering kugendong dan kuajak bermain telah beranjak dewasa dan tak kukenali lagi.

Orang-orang tua satu demi satu telah pergi, memenuhi panggilan Ilahi. Generasi baru telah datang. Yang dulu anak-anak, kini sudah mempunyai anak. Yang dulu remaja, kini sudah hidup berumah tangga.

Padahal, masih amat sedikit kerja yang terselesaikan, masih sedikit amal yang terlaksana, sementara masih sangat banyak pekerjaan yang belum tersentuh, dan masih banyak amal yang terabaikan, namun waktu tak bisa kembali diputar, untuk dikembalikan ke saat semula. Dan…..menyesali diri tanpa disertai perbaikan pun bukanlah hal yang berguna.

Teramat wajar jika dari sejak awal Alloh berwasiat kepada kita:” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”(Q.S.Al ‘Ashr: 1-3).

Alloh Maha Tahu tentang diri kita. Alloh, Maha Tahu resep hidup yang tepat bagi diri kita. Bahkan Alloh Maha Sayang kepada kita, sehingga kita diberi kemerdekaan untuk memilih jalan yang kita suka.

Alloh tunjukkan kepada kita dua jalan-Nya. Yaitu jalan kefasikan dan jalan ketaqwaan (“maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.Q.S. Asy Syams : 8-10)

Juga, Alloh telah tunjukkan kepada kita jalan kebajikan dan kejahatan (“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan : ialah jalan kebajikan dan kejahatan”. (Q.S. Al Balad : 10).

Kita tinggal memilih. Pilih selamat dan mendapat surga, atau pilih yang lainnya. Karenanya Alloh berfirman : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thogut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S.Al Baqoroh : 256).

Sahabat, selagi masih ada kesempatan untuk berbuat, marilah kita gunakan sisa usia kita sebaik-baiknya, tuk menghimpun bekal menghadap Sang Pencipta. Agar kita tak menyesal di kemudian hari, karena telah menggunakan masa muda untuk mengerjakan hal yang sia-sia.

Kita catat kuat-kuat dalam hati kita Sabda Rasululloh : “Gunakan waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, gunakan waktu mudamu sebelum tuamu, gunakan waktu kayamu sebelum miskinmu, gunakan waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan gunakan waktu hidupmu sebelum matimu”.

Sungguh amat merugi bila kita gunakan waktu ini untuk sebuah kesia-siaan. Karena melakukan sebuah amal saleh pun kita harus berhitung dengan cermat. Jangan-jangan diantara amal saleh kita ada terselip perasaan ria, jangan-jangan diantara amal saleh kita ada asa untuk memperoleh pujian, jangan-jangan diantara amal saleh kita ada pamrih yang tak terkatakan. Astaghfirulloohal ‘adziim, na’udzu billahi min dzaalik. Semoga kita terlindung dari semua itu.

Alloh mengingatkan kita dalam firman-Nya : “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baikanya. (Q.S. Al Kahfi : 103-104).

Terakhir, marilah kita resapi firman Alloh ini agar kita selalu ingat: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Alloh, lalu Alloh menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. ( Q.S. Al Hasyr : 18-19).

Semoga Alloh berkenan untuk senantiasa melindungi kita dari kesia-siaan, dan menetapkan petunjuk-Nya atas diri kita.

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’daidz hadaitanaa wahablanaa milladunka rahmatan innaka antal wahhaab. Robb, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah rahmat dari sisi Engkau; sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). (Q.S. Ali Imron : 8) Aamiin. Wallohu a’lam bishshowwab.

Tuesday, 19 December 2017

Menumbangkan Ego

View Article
Suatu saat, Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, tentang siapakah orang yang paling alim. Beliau menjawab bahwa beliau lah orang paling berilmu.


Tidak mengherankan sebenarnya jawaban ini, karena beliau adalah Ulul Azmi, beliau juga berbicara langsung dengan Alloh, beliau menerima Kitab Taurat. Jika kita lihat di Al Qur'an, Nama beliau disebut tidak kurang dari 300 kali.

Akan tetapi mungkin Alloh punya kehendak lain. Dan Nabi Musa ditegur oleh Alloh.

Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Musa berdiri berkhotbah di hadapan kaum Bani Israil, lalu ia bertanya kepada mereka, 'Siapakah orang yang paling alim (berilmu)?' (Tiada seorang pun dari mereka yang menjawab), dan Musa berkata, 'Akulah orang yang paling alim'." Maka Allah menegurnya karena ia tidak menisbatkan ilmu kepada Allah. Allah menurunkan wahyu kepadanya, "Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba yang tinggal di tempat bertemunya dua lautan, dia lebih alim daripada kamu." Musa bertanya, "Wahai Tuhanku bagaimanakah caranya saya dapat bersua dengannya?" (Tafsir Ibnu Katsir Surah Al Kahfi 60-82)


Maka perjalanan itu dimulai.

Perjalanan melelahkan untuk menapaki ilmu baru.

Beliau bertemu dengan Nabi Khidir.

Perhatikan lah betapa tawadhu nya Nabi Musa dihadapan Nabi Khidir.
Nabi yang mulia ini mengatakan....

Allah SWT berfirman:

قَالَ لَهٗ مُوْسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى  اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
"Musa berkata kepadanya, Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?"
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 66)

Nabi Khidir pun menjawab dengan ketawadhuan yang luar biasa..

Hai Musa, sesungguhnya aku mempunyai ilmu yang telah diajarkan oleh Allah kepadaku, sedangkan kamu tidak mengetahuinya; dan kamu mempunyai ilmu yang telah diajarkan oleh Allah kepadamu, sedangkan saya tidak mengetahuinya. (Tafsir Ibnu Katsir Surah Al Kahfi 60-82)

Sahabat....

Saat  tawadhu bertemu dengan tawadhu. Masing masing saling memuliakan bahkan saling merendah. Hingga Nabi Musa pun mengatakan dengan kesungguhan dan kejujurannya...

قَالَ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ صَابِرًا وَّلَاۤ اَعْصِيْ لَكَ اَمْرًا
"Dia (Musa) berkata, Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 69)

Perjalanan kisah beliau berdua berakhir dengan perpisahan....

Allah SWT berfirman:

قَالَ هٰذَا فِرَاقُ بَيْنِيْ وَبَيْنِكَ   ۚ  سَاُنَـبِّئُكَ بِتَأْوِيْلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَّلَيْهِ صَبْرًا
"Dia berkata, Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 78)

Mungkin kita menganggap bahwa Nabi Musa telah gagal dalam proses belajar bersama Nabi Khidir.

Benarkah???


Tentu ada hikmah dibalik perjalanan nabi Musa ini, meski proses belajar seolah kandas.

Sahabat.....

Perhatikan lah awal mula teguran Alloh kepada Nabi Musa.

Mungkin disitulah tujuan utama pengembaraan Nabi Musa dalam mencari Nabi Khidir.

- Mungkin beliau "gagal' bersabar.

- Mungkin beliau "gagal' menguasai ilmu hikmah yang diajarkan nabi Khidir..

Tetapi Nabi Musa telah mengajarkan hal sangat penting kepada kita.

Yakni  membuang ego, merendah, tawadhu thd ilmu, menyadari luasnya Ilmu Alloh, mengakui kelebihan orang lain dan pada saat yang sama menyadari sisi kelemahan diri.


Mungkin memang beliau "gagal" bersabar, tetapi beliau telah berhasil 'mengalahkan" ego diri sendiri, berjalan jauh untuk belajar pada seseorang.

_Terkadang mimpi tidak harus menjadi nyata, tetapi perjalan menuju mimpi adalah hikmah tarbiyah Alloh atas diri kita. Dan tarbiyah itu mungkin jauh lebih berharga dari apa yang telah kita mimpikan sepanjang waktu._

Bahkan terkadang, sebenarnya Alloh sedang mempersiapkan kita untuk hal hal lain yang jauh lebih besar.

Dan perjalanan menuju mimpi itulah bekalnya untuk menghadapi hal besar yang akan terjadi.

Jika bekal ini tidak kita miliki mungkin kita akan tumbang bersama waktu.

Nabi Musa kemudian menghadapi hal hal besar setelah kisah ini. Beliau harus berhadapan dengan ayah angkat nya sendiri yang sangat kejam. Beliau juga harus menghadapi para penyihir Fir'aun. Dan beliau harus menghadapi masa kritis dan genting hingga peristiwa besar terbelahnya lautan.

Semua peristiwa peristiwa besar ini harus beliau jalani, dan ternyata ketawadhuan, berani membuang ego, mengakui kekurangan diri, mengakui kelebihan orang lain adalah bekal yang sangat bermanfaat dalam perjalanan di kemudian hari.

Perintah dakwah pun turun,

 Allah SWT berfirman:

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ  طَغٰى
"Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 24)


Lihatlah ketawadhuan itu pun muncul kembali, sesaat setelah titah itu datang...

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ  
"Dia (Musa) berkata, Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 25)

Allah SWT berfirman:

وَيَسِّرْ لِيْۤ اَمْرِيْ  
"dan mudahkanlah untukku urusanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 26)

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِیْ  
"dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 27)

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ
"agar mereka mengerti perkataanku,"
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 28)

Beliau menyadari sisi lemah dalam diri dan mau mengakui kelebihan saudaranya. Tidak hanya itu, beliau dengan kesungguhan ingin berdakwah bersama saudaranya.

Allah SWT berfirman:

وَاَخِيْ هٰرُوْنُ هُوَ اَفْصَحُ مِنِّيْ لِسَانًا فَاَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْاً  يُّصَدِّقُنِيْٓ ۖ  اِنِّيْۤ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ
"Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 34)

Sahabat sekalian....

_Terkadang terlalu banyak benturan hadir dalam hidup, kadang terlalu banyak duri yang terinjak, kadang terlalu banyak peluh dan keringat yang menetes, dan kadang harus ada luka yang perih.

_Tapi ketahuilah bahwa dalam benturan benturan itu, mungkin Alloh hendak mempersiapkanmu untuk peristiwa peristiwa yang jauh lebih besar.

Jika hal besar itu benar benar telah hadir dihadapanmu, segeralah letakkan ego...

-Sadarilah kelemahan diri..

- Syukurilah kelebihan orang lain...

_Dan gandenglah ia bersama menempuh jalan itu, meski engkau lebih baik darinya...

_Karena Alloh takdirkan bersama kelebihan kita ada kelemahan..

_Kita selalu butuh orang lain untuk menyelesaikan jalan hidup kita..

_Letakkan lah ego agar badai dan gelombang itu tidak membuatmu tumbang dan kandas ditengah jalan....

Baarakallohu fiikum


M. Nadhif Khalyani