Friday, 30 May 2014

Bersabarlah...!

Nabi Ayub adalah orang sehat, gagah perkasa, kaya raya, anak-anaknya banyak, juga merupakan keluarga yang terhormat, disegani banyak orang. Dia memiliki semua kemungkinan muasal rasa syukur dan bahagia, maka bersyukur dan berbahagialah Nabi Ayub. Hingga suatu ketika Allah hendak mengujinya, semua milik Nabi Ayub diambil satu persatu.

1. Harta kekayaan diambil, Nabi Ayub jatuh bangkrut, miskin
2. Dan belum cukup, teman-temannya, tetangga2nya mulai menjauh
3. Istri2nya minta bercerai, pergi meninggalkan, kecuali satu yang tetap setia
4. Semakin menyakitkan, ketika satu persatu anak-anaknya meninggal, dicabut nyawanya oleh Allah hingga tidak ada yang bersisa. Itu sungguh ujian pedih. Orang tua harus menyaksikan anak2nya meninggal.
5. Juga belum cukup sampai disana, jatuh sakitlah Nabi Ayub. Sakit yang ganjil sekali. Kulit di sekujur badannya mengelupas, penuh koreng, bernanah, berbelatung. Bau busuk mengular dari badannya, dan tidak hanya satu meter, bahkan tercium dari radius jarak jauh.

Siang malam Nabi Ayub harus melewati masa-masa sulit itu. Tidak hanya satu minggu,tidak hanya satu bulan....tidak juga hanya satu tahun. Melainkan 18 tahun lamanya. Itu sungguh periode yang amat lama. Tapi Nabi Ayub tetap sabar, hingga Allah membuat keputusan. Penyakit tersebut sembuh, dia kembali menjadi laki-laki yang tampan dan gagah. Hartanya dikembalikan, keluarganya dipulihkan, posisinya, teman, kerabat, tetangga, semuanya kembali.

* https://www.facebook.com/OSYANTO/posts/535438636524348?notif_t=close_friend_activity

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.