Thursday, 18 June 2015

Mengapa Orang Orang Itu TIDAK SHOLAT, Enak dan Kaya ?



Ilmu itu merupakan cahaya, dan ia tidak memasuki hati hati yang gelap. Tetapi kita lihat, kawan kita yang berjudi, yang minum khamer, bisa berhasil pula, sedangkan kita terseok seok walaupun sudah berusaha.
                Siapa yang berbuat baik, taat kepada Allah akan dipermudahkan jalan kehidupannya; tetapi kita lihat, kawan kita ini tidak sholat , tetapi bisnisnya menjadi, kita pula hidup dengan penuh tantangan dan cobaan.
                Islam ini agama yang benar, tetapi kita sering melihat orang orang yang bukan Islam itu lebih berhasil, dan umat Islam tertindas dalam kehidupan sempit lagi derita.
Kenapa begitu? Sekarang ini manakah yang benar? Adakah yang kita fahami selama ini tidak benar?
                Ada seseorang yang terus dilimpahkan rezeki dan kejayaan yang melimpah ruah dalam kehidupannya, walaupun dia bukan hamba Allah yang taat, malah seorang pembuat maksiat yang tegar. Allah memberikan kejayaan , harta kekayaan , rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.
                Biasanya, manusia yang mendapatkan seperti ini adalah mereka yang tidak berusaha menjalankan Islam dalam kehidupan, juga tidak berusaha mengenal Allah.
                Salah satu contohnya adalah Qorun. Manusia yang teramat kaya. Kisah Qorun terdapat dalam Alquran. Hartanya melimpah ruah, segala perniagaannya sukses, segala investasinya mengembang. Hartanya makin hari makin bertambah, sedang yang bertambah sebelumnya tidak habis digunakan.
                Ketika nabi Musa coba mengingatkan bahwa semua kekayaanya itu datang dari Allah, maka Qorun dengan angkuhnya menjawab, “tidak , semua ini adalah hasil dari ilmuku” .
                Perhatikan. Dia nyata semakin jauh dari Allah, walaupun kekayaannya terus bertambah, rezekinya melimpah ruah dan sebagainya. Saban waktu memperolokkan pengikut pengikut Nabi Musa yang terdiri dari orang miskin dan hamba. Akhirnya ditenggelamkan Allah kedalam bumi dengan seluruh hartanya.
                Allah suka menguji hambaNya yang beriman. Alkisah Terdapat dua orang nelayan. Seorang penyembah berhala dan seorang lagu Muslim yang taat kepada Allah. Ketika menebar jala , penyembah berhala menyebut nama berhalanya, manakala yang Muslim membaca bismillah. Bila jala diangkat, yang menyembah berhala mendapat banyak ikan, manakala yang muslim, hampir saja tiada ikan untuknya pada hari itu.
                Malaikat yang melihat keadaan itu bertanya kepada Allah.
Ya Allah, apakah yang telah berlaku? hambaMu yang menyekutukanMu, Engkau berikan dia rezeki yang banyak, sedangkan hambaMu yang menyebut namaMu, Engkau tidak memberikan dia apa apa; Allah menjawab, yang menyekutukanKu, tempatnya memang sudah pasti neraka. Maka apa artinya rezeki yang pasti akan hancur itu jika kuberikan kepadanya? Tetapi hambaKu yang beriman itu, Aku hendak mengganjarnya Surga, maka Aku suka mengujinya untuk melihat kebenaran imaNya
                Jikalah gagal dalam suatu perkara, teruslah berupaya selagi nyawa masih ada. Allah akan memberikan sesuatu yang bermakna. Bila hidup banyak masalah hendaklah bersyukur, tandanya Allah masih dekat.
                Wajiblah diri ini untuk tidak merasa tenang jika berbuat dosa tapi jaya. Banyak berbuat maksiat tetapi kaya. Muhasabah diri itu penting. Mari kita sama sama duduk, dan bermuhasabah.   
Wallahu ‘alam bishawab.

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.