Thursday, 13 August 2015

MAU PILIH TEMAN BAIK APA JAHAT...?


Nabi SAW bersabda,”Perumpamaan teman duduk  yang baik adalah seperti penjual minyak wangi. Meskipun engkau tidak mengambil minyak wanginya, engkau tetap mencium baunya. Dan perumpamaan teman duduk yang buruk adalah seperti tukang besi. Meskipun ia tidak membakarmu dengan bunga apinya, ia mengganggumu dengan asapnya.

Seorang bijak berkata, “Barang siapa duduk dengan orang baik, ia mendapat barakahnya. Orang yang  duduk dengan para wali Allah tidak akan sengsara, walaupun seekor anjing, seperti anjing milik Ashabul Kahfi (para pemuda penghuni gua).” Allah SWT berfirman, “Dan anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua.” (QS. Al-Kahfi: 18).

Menurut para ulama, bahwa anjing milik Ashabul Kahfi ini kelak akan masuk sorga. Sekalipun anjing itu dalam syariat Nabi Muhammad SAW dihukumi najis, yang hal ini tidak sama dengan aturan syariat para Nabi terdahulu.

Namun khusus anjing milik Ashabul Kahfi, maka Allah memberi kemuliaan tersendiri padanya, karena anjing ini sangat setia kepada para pemuda shalih yang ahli beribadah kepada Allah tersebut. Lantas bagaimana dengan kehormatan seorang mukmin yang selalu ingin dekat dan berkhidmat kepada para ulama dan orang-orang shalih?

Dikatakan, “Duduklah dengan orang-orang yang bila engkau melihatnya, maka ia mengingatkanmu kepada Allah dan orang-orang yang ucapannya menambah kebaikanmu.”

Rajin duduk dengan para ulama, akan menambah keimanan dan keyakinan kepada ketuhanan Allah SWT. Sebaliknya rajin duduk dengan para pendeta Nasrani atau pemuka agama lainnya, akan menghilangkan keimanan hingga terjatuh kepada kesyirikan terhadap kemaha-esaan Allah SWT.

Amirul Mu’minin Sy. Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Janganlah berteman dengan orang yang jahat, karena ia akan menganggap perbuatannya itu baik dan menganggap engkau seperti dirinya.”

Orang bijak berkata, “Jangalah engkau duduk dengan orang jahat, karena tabiatmu akan meniru tabiatnya tanpa engkau ketahui.”

Sumber : Tulisan K.H.Luthfi Bashori  disini


Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.