Monday, 3 August 2015

Pernikahan Adalah Peristiwa Peradaban

Pernikahan itu seperti kematian. Ia tak dapat diprediksi namun wajib hukumnya untuk di persiapkan. Pernikahan itu seperti kematian. Tak perlu banyak di bicarakan namun ia akan datang.

Seringkali kita fikir pernikahan adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban. Ini bukan hanya mengenai dua insan yang saling mencinta yang melakukan akad, melainkan ini adalah peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia.

Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika dirumah kita mendapatkan energi yang memadai, diluar rumah kita akan produktif. Sakinah bukan hanya berati tenang. Melainkan dari kata "sakan" yang berarti 'diam/stabil/tetap'. Maka ia tenang karena stabil, bukan lalai.

Sakinah adalah ketenangan yang lahir dari kemantapan hati. Al qur'an menjelaskan “kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya” adalah air (mani) sumber stabilitas dan produktifitas.

Hakikat pernikahan adalah 'learning by doing'. Islam anjurkan menikah muda agar rasa penasaran itu segera terjawab. Agar setelah rasa penasaran itu terjawab perhatian seseorang akan tercurah dari kebutuhan biologis ke intelektualitas dan spiritualitas. .

Tak perlu takut akan beban hidup yang mendera, yang dapat dilakukan hanyalah mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun terlahir setelah melewati gelombang2 samudera. Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai. .

Hubungan yang terbina bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual dan rasional. Karena keluarga adalah basis terkecil untuk membangun peradaban.

Semoga peradaban yang akan kita ciptakan adalah peradaban yang semakin mendekatkan diri kita ke jannahNya
.

oleh Ust Anis Matta

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.