Friday, 4 December 2015

Thinking Like a Genius

Thinking Like a Genius
kata kunci: a think / be a better man / become more better / how should i do / i am not genius / i am not smart / motivation / new mind set / see the opportunities / there is a changes

Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.

Kedelapan strategi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah.

Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepanjang sejarah

Although you’re not a genius, you can use the same strategies as used Aristotle and Einstein to harness your creative thinking and manage your future better.

The following eight strategies encourage you to think productively rather than reproductively, to solve problems.

These strategies are common to the thinking styles of people who are creative geniuses in science, arts, and industries throughout history

1.    Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)Look your problem with a variety of different angle and find new perspectives that have not been used by somebody else (or not yet published!)

Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

Leonardo da Vinci believed that to gain more knowledge about something, begins with learning how to rearrange those problems with a variety of different ways. He felt that first saw the problem with prejudice. Often, the problem can be rearranged and become a new problem.

2.    Bayangkan!Imagine!
Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

When Einstein thought a problem, he always found that it`s necessary to formulate the problem in many different ways that make sense, including using diagrams. He visualized solutions and believe that the words and figures do not play an important role in his thinking process.

3.    Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.
Produce! Distinguishing characteristic of genius is productivity.

Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

Thomas Edison held 1,093 patents. He guaranteed productivity by giving ideas to himself and his assistant. 2.036 scientists study by throughout history, Dean Keith Simonton of the University of California at Davis, found that scientists who are respected not only created many famous works, but many are bad. They are not afraid to fail, or make a big mistake to achieve great results.

4.    Buat kombinasi-kombinasi baru.Explore new combinations
Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.

Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

Combine, and recombine, ideas, images, and thoughts into different combinations, no matter how incongruent or unusual.

The laws of heredity on which the modern science of genetics comes from the Austrian monk Grego Mendel, who combined mathematics and biology to create new knowledge.

5.    Bentuklah hubungan-hubungan, buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbedaEstablish relationships, create relationships between different issues

Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang.Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

Da Vinci discovered the relationship between the sound of the bell and a stone that fell into the water. This allows Da Vinci to make the connection that sound through the waves. Samuel Morse invented relay stations for telegraphic signals when observing relay stations for horses.

6.    Berpikir secara berlawananOpposite Thinking
Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika anda memegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru

Physicist Niels Bohr believed that if you held opposites together, then you eliminated your thoughts and your mind moves to a new level. The ability to imagine both a particle and a wave led to his conception of the principle of complementarity. Eliminated thought (logic) may allow your mind to create something new

7.    Berpikir secara metaforaThinking metaphorically
Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat khusus.

Aristotle considered metaphor a sign of genius, and believed that the individual who has the capacity to accept the equation between two separate areas of existence and link them together was an individual who has a special talent.

8.    Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatanPrepare yourself for the opportunity
 Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??

Whenever we try something and fail, we end up doing something else. This is the first principle of creative accident. Failure can be productive only if we do not focus on it as an unproductive result. Instead, analyze the process, component-kompnen and how you can change it to obtain other results. Do not ask, “Why have I failed?” but “What have I done?”



*Diadaptasi dengan seijin: Michalko, Michael, Thinking Like a Genius: Eight strategies used by the super creative, from Aristotle and Leonardo to Einstein and Edison

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.