Tuesday, 12 January 2016

Sikap Pertengahan Dalam Mencari Rizki


Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Antara seorang hamba dan rezekinya ada pemisah. Jika dia qanaah (merasa cukup) dan jiwanya merasa ridha, rezekinya akan menghampirinya. Akan tetapi, jika dia memaksa masuk dan meruntuhkan hijab itu, dia tidak akan bisa menambah rezekinya di atas kadar yang telah ditentukan untuknya.”

Sebagian salaf berkata, “Bertawakallah, maka engkau akan dianugerahi rezeki tanpa kelelahan dan susah payah.”Al-Marwazi bertanya kepada al-Imam Ahmad tentang seseorang yang hanya duduk di rumahnya -padahal dia mampu untuk beraktifitas- dan mengatakan, “Aku akan duduk dan bersabar. Aku tidak akan mengharapkan sesuatu dari orang lain.”

Al-Imam Ahmad menjawab, “Dia keluar dari rumahnya dan berbuat sesuatu lebih aku sukai.
Kalau dia hanya duduk di rumahnya, aku khawatir, dia malah berharap akan ada orang
yang mengiriminya sesuatu.”

(diambil dari Jami’ul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab al-Hanbali, hlm. 591-592)

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.