Monday, 15 February 2016

Imam Hanafi Belajar Tawadhu pada Anak Kecil

Bakiak
Pada masanya, Imam Abu Hanifah yang dikenal dengan sebutan Imam Hanafi dikenal sebagai sosok ulama yang sangat disegani karena ketinggian ilmu dan akhlaqnya. Beliau digelari Abu Hanifah yang artinya suci dan lurus, karena kesungguhannya dalam beribadah sejak kecil, berakhlak mulia mulia serta menjauhi perbuatan dosa dan keji. Kendati sebagai saudagar kaya, ia sangat menjauhi hidup mewah.

Kedalaman ilmunya tidak ada yang meragukannya. Imam Syafi'i berkata "Abu Hanifah adalah bapak dan pemuka seluruh ulama fiqih."

Meski memiliki kemuliaan, Imam  Hanafi dikenal Tawadhu. Ia juga tidak malu belajar kepada siapapun, termasuk kepada anak kecil.

Suatu ketika Imam Hanafi pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu. "Hati hati nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir," sang Imam menasehati. Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri madzhab Hanafi dengan ucapan terima kasih.

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?" tanya si bocah.
"Nu'man."
"Jadi, Tuanlah yang selama ini terkenal dengan gelar al imam al a'dham (imam agung) itu?"
"Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara - gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datangdari lidah seorang bocah.
Semoga kita dapat meneladaninya.
Aamiin...

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.