Friday, 14 October 2016

Islam Diatas Pancasila


Saya terusik saat ada yang berpendapat seolah-olah siapapun yang memperjuangkan Islam berarti bertentangan dengan Pancasila, seolah Pancasila dijadikan legitimasi perilaku ngawur

Terutama liberalis, seringkali berlindung dibalik Pancasila untuk menyebarkan ide-ide sesat, pemikiran anti-Islam. Alasannya konsensus bersama itu Pancasila, bukan Islam

Padahal hal seperti itu jelas ahistoris. Para ulama kita sudah menjelaskan Pancasila adalah derivat dari syariat. Pancasila adalah seperangkat nilai luhur yang diambil dari ajaran Islam

Karena itu Pancasila tidak mungkin bertentangan dan dipertentangkan dengan Islam, sebab Islam diatas Pancasila. Islam dan kaum Muslim yang berada dibalik lahirnta Pancasila

Maka adalah sesuatu yang sangat memaksa, bila dikatakan sikap ummat Islam yang mematuhi syariat Islam, lalu menolak pemimpin kafir dan sistem kufur, adalah perilaku yang anti-Pancasila

Karena Islam adalah dasarnya Pancasila, mengambil Pancasila sebagai dasar negara berarti harus mengakui Islam dan syariatnya sebagai dasarnya dasar negara, itu sejarah bangsa ini

Maka menaati Allah dan Rasul-Nya, adalah sikap yang sesuai Pancasila, menolak pemimpin kafir, juga bagian yang dijamin dalam Pancasila, dan juga Konstitusi

Justru, perilaku orang-orang yang membolehkan pemimpin kafir dan sistem kufur inilah yang bertentangan dengan semangat kemerdekaan, dan bertentangan dengan semangat Pancasila

Sebab dulu ulama-ulama kitalah yang memerdekakan negeri ini, mereka melawan penjajah sebab melindungi aqidah Islam dan kaum Muslim, juga tanah tempat Musim beribadah

Tapi sekarang, kita saksikan, atas nama Pancasila, justru pengkhianat-pengkhianat aqidah menginjak agamanya sendiri, lalu memberikan jengkal-jengkal tanah ini pada penjajah-penjajah baru

Maka kita katakan dengan tegas, Islam diatas segalanya. Islam diatas Pancasila, Konstitusi, UUD45, dan apapun buatan manusia, pada Islam semuanya harus berhukum, bukan sebaliknya

Sebab Allah yang paling mengetahui manusia, karenanya hanya Allah yang berhak menentukan hukum bagi manusia, menentukan panduan dan tuntunan hidup di dunia

*ustad Felix Siauw

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.