Thursday, 15 December 2016

Mengingat Kematian

Banyak yg berusaha keras buat hidup enak, tapi lupa mikirin gimna mati enak. Ditambah begitu gencarnya syetan merayu kita untuk selalu menunda urusan akhirat. Apa yang kita perbuat di dunia ini, ada pertanggung jawaban di akhirat nanti. Jadikan urusan di dunia menjadi penolong dan pemudah urusan akhirat.
 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185]

Dari sini Allah berfirman. Dunia itu hanya kesenangan semu. Memperdayakan kita untuk terus mengejarnya. Sehingga lupa urusan akhirat. Padahal seberapa lama sih kita tinggal di dunia ini?
Apa yang sudah kita siapkan untuk akhirat nanti? Kita tidak mampu menghindar dari kematian.
Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [An Nisa’:78]
 

Takutlah jika kita nanti meninggal masih banyak dosa2 dan hutang2 yg tertinggal di dunia. Karena di akhirat nanti kita diminta pertanggung jawabannya                       
Sebagaimana Rasulullah berkata:
 

Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap. [HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa-i]
               
Usaha untuk mempersiapkan “mati enak” adalah sbb :
•    ikuti segala perintah allah dan rasulnya.. jauhi segala larangannya... dan perbanyak amal sholeh serta keluarkanlah zakat.
•    Berusaha untuk terus berproses menjadi pribadi yg lebih baik, tentunya sesuai perintah agama.
•    Perbanyak istighfar
Syetan selau menginginkan kita mati dalam keadaan penuh dosa. Dan dia punya 1001 cara untuk mendapatkannya.
 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang melakukan demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya, Rabbku. Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih”. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. [Al Munafiqun: 9-11]


Sebisa mungkin kita manfaatkan waktu tenaga harta kita untuk menjadikannya amal shalih.
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku, lalu bersabda,”Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah seorang yang asing, atau seorang musafir.” Dan Ibnu Umar mengatakan: “Jika engkau masuk waktu Subuh, maka janganlah engkau menanti sore. Jika engkau masuk waktu sore, maka janganlah engkau menanti Subuh. Ambillah dari kesehatanmu untuk sakitmu. Dan ambillah dari hidupmu untuk matimu.” [HR Bukhari, no. 5.937]
 

Jadikan hidup sebagai tabungan untuk kematian nanti. Kehidupan untuk menabung apa yg kita dapatkan di akhirat nanti.  Kematian sebagai proses penarikan saldo nya.  Jika kita menabung amal shalih di dunia maka di akhirat pun kita akan mendapatkannya.  Begitu pula sebaliknya.
Dengan godaan2 yg dahsyat syetan menggoda kita untuk selalu cinta dunia dan melupakan akhirat        

               
Ah nanti saja taubatnya masih ada besok, pagi2 udah bikin dosa,  ah ntar aja istighfarnya sekalian isya. Eh belum nyampe magrib udah dipanggil Allah duluan.
 

Saya kutip sedikit pernyataan Hamid Al Qaishari, sebagai berikut: “Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya surga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira? Kemungkinan apakah yang kamu nantikan? Kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai, saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus”. [Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi]
 

Setelah kematian ada alam kubur/siksa kubur. Come on, mari kita bahas sama2 siksa kubur.
Ketika orang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia. Itulah alam barzakh, alam kubur. Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa.
 

Kenapa disiksa?  Karena telah banyak berbuat dosa di dunia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam banyak menceritakan keadaan di alam kubur ini. Bahkan Beliau banyak menceritakan tentang siksa yang ditimpakan kepada orang-orang muslim yang bermaksiat.
Beliau pernah menceritakan siksa kubur yang di alami oleh dua orang. Yang satu disebabkan oleh namimah (menghasut dan adu domba). Sedangkan yang lain disebabkan oleh kencing yang tidak bersih.
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau bersabda,”Sesungguhnya keduanya benar-benar sedang di azab. Dan keduanya tidak diazab dalam masalah besar,” kemudian Beliau bersabda: “Ya. Adapun salah seorang di antara mereka, dikarenakan ia berjalan dengan menebarkan namimah (adu domba). Sedangkan yang satunya lagi karena tidak menjaga diri dari kencingnya… [Al Hadits]
Suatu hari, setelah shalat subuh, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang siksa dahsyat yang dialami di kuburnya, yaitu orang yang melalaikan shalat fardhu, orang yang suka berdusta, para pezina dan pemakan riba. Siksa itu terus menerus dialami hingga hari Kiamat. Wal-‘iyadzu billah.
 

Kisahnya dibawakan oleh Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu. [2] Ia berkata: Di antara yang sering dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabatnya ialah : “Adakah seseorang di antara kalian melihat sesuatu dalam tidurnya?” Lalu Beliau menceritakan apa saja yang Beliau lihat (dalam tidurnya) sebagaimana yang dikehendaki Allah. Pada suatu pagi (dalam riwayat lain: seusai shalat Subuh), (HR Muslim), dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu, Syarh Nawawi (XV/36-37, no. 5896)
Kita bahas juga cerita ketika Rasulullah diperlihatkan siksa neraka oleh malaikat.
Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya malam tadi telah datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: “Berangkatlah!” Lalu aku berangkat bersama keduanya. Kami mendatangi seseorang yang terbaring. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa sebongkah batu. Tiba-tiba orang ini menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring tersebut hingga memecahkan kepalanya. Lalu batu itu menggelinding ke arah sini (ke arah orang yang menjatuhkan batu), maka iapun mengikuti batu itu lalu mengambilnya. Namun ia tidak segera kembali menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring hingga kepala orang tersebut kembali utuh seperti sedia kala. (Ketika kepala orang itu kembali utuh) ia ulangi perbuatannya atas orang yang terbaring itu seperti pada kali pertama.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada keduanya,’Subhanallah, Mengapa dua orang ini?’.” Keduanya berkata kepadaku : “Berangkat lagi, berangkat lagi!" Kemudian kami berangkat lagi. Kami mendatangi orang yang terlentang pada tengkuknya. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa kait (yang terbuat) dari besi. Tiba-tiba ia datangi sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia robek (dengan kait besi tersebut) mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda: “Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia berbuat terhadap sisi wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku bertanya kepada kedua malaikat yang menyertaiku itu,’Subhanallah, mengapa dua orang ini?’.
Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi,  berangkat lagi!” Kami berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang (bentuknya) seperti tempat pembakaran (oven).  Beliau bersabda: “Maka kami menjenguk ke dalamnya. Ternyata di dalamnya ada kaum laki-laki dan kaum perempuan yang semuanya bertelanjang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak.”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada dua malaikat yang menyertaiku,’Siapakah mereka itu?’.” Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi, berangkat lagi!”
Maka kamipun berangkat. Lalu kami mendatangi sebuah sungai (Perawi berkata: Aku memperkirakan Beliau bersabda,”Berwarna merah seperti darah.”). Ternyata di sungai itu ada seseorang yang sedang berenang. Sementara di tepi sungai ada seseorang yang mengumpulkan batu-batu yang banyak. Tiba-tiba, ketika orang itu tengah berenang, ia datang (menepi) menuju orang yang mengumpulkan batu. Pengumpul batu itu membuka mulut orang yang tengah berenang lalu menjejalkan batu-batu itu ke mulutnya. Kemudian ia berenang kembali, lalu kembali lagi kepada pengumpul batu. Maka pengumpul batu itupun membuka mulut orang tersebut dan menjejalkan batu ke mulutnya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada dua malaikat yang menyertaiku,’Siapakah dua orang ini?’.” Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi, berangkat lagi…!” Dan seterusnya…sampai akhirnya …
 

Aku berkata kepada keduanya,’Malam ini aku benar-benar melihat hal-hal yang menakjubkan. Apa arti hal-hal yang aku lihat?’ Keduanya menjawab: Akan aku ceritakan kepadamu.
Adapun orang pertama yang engkau datangi dan kepalanya dipecahkan dengan batu, ialah orang yang faham Al Qur’an, namun kemudian ia meninggalkan (ketentuan)nya dan tidur melalaikan shalat wajib. (Dalam riwayat lain: Orang itu diperlakukan demikian hingga hari kiamat.) [3]
 

Sedangkan orang yang engkau datangi, disobek ujung mulut hingga tengkuknya, lobang hidung hinga tengkuknya dan mata hingga tengkuknya, ialah orang yang sejak pagi-pagi keluar rumahnya, lalu melakukan kedustaan-kedustaan hingga mencapai kaki-kaki langit. (Dalam riwayat lain: Orang ini terus diperlakukan demikian seperti yang engkau lihat hingga hari kiamat) [4]
Sedangkan kaum laki-laki serta kaum wanita yang sama-sama telanjang bulat di suatu tempat yang mirip tempat pembakaran (oven) adalah para pezina.
Orang yang engkau datangi tengah berenang di suatu sungai sambil dijejali batu mulutnya adalah pemakan riba.
 

Orang yang yang sangat buruk rupa, berada di api yang ia kobarkan dan ia berkeliling di seputar api itu adalah Malaikat Malik, penjaga api Jahanam.

Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang mati dalam keadaan fitrah. Sebagian kaum Muslimin berkata: “Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?” Beliau menjawab,”Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik.”
Sedangkan orang-orang yang separoh fisiknya indah dan separohnya lagi buruk, ialah orang-orang yang mencampurkan amal shalih dengan amal jelek, tetapi Allah mengampuni kejelekan mereka. (Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dua malaikat yang menyertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Jibril dan Mikail) [5]
 

Demikianlah beberapa kisah tentang siksa kubur yang dialami sebagian ahli maksiat. Sangat mengerikan.
Tetap berpegang teguh pada kitabNya ikuti sunnah rosulullah. jauhi larangaNya serta ikuti setiap perintahNya.

Mau tau cerita horror yg singkat?
Subuh kesiangan, dzuhur mepet, ashar kelewat, magrib di tunda. Isya males karena kecapean kerja Malamnya kita tidur lelap banget,  tau2 ini tidur terakhir kita. Tidur untuk meninggalkan dunia..
 

Kematian hal yg mutlak,dan kita takan pernah tau kapan itu terjadi pada diri kita, apapun yg kita lakukan di dunia ini nanti diminta pertanggung jawabanya di akhirat kelak. Kematian hanya proses transisi. Perbanyak amal shalih  selalu ikuti perintahNya jauhi laranganNya serta ikuti sunah rosulullah. Insya Allah menjadi penyelamat kita dari siksa kubur kelak. Karena siksa kubur nyata adanya. Allah selalu menjajikan balasan indah untuk hambaNya yg taat. balasan dari Allah selalu berkali kali lipat di dunia dan di akhirat. Selalu ingat, janji Allah itu benar adanya.
 

Manfaatkan segala nikmat yang Allah berikan untuk kita.                  
Gunakan untuk selalu dijadikan modal untuk berbuat amal shalih. Terimakasih.

 

*Rangkuman Kuliah WA Grup Semut Ibrahim
13 Des 2016 (13 Rabi’ul Awwal 1438 H)
Pemateri : Mas Angga


Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.