Wednesday, 18 January 2017

Merencanakan Khusnul Khotimah



Bagaimana kita merencanakan khusnul khotimah?
  • Membiasakan melakukan ketaatan.
Agar wafat dalam ketaatan kepada Allah, meninggal saat sujud dalam sholat, sedekah meninggal saat ribat, haji, menuntut ilmu, dzikir dan ketaatan-ketaatan lainnya.
Biasakan shalat di awal waktu, jangan suka menunda, karena ketidak tahuan kita akan rahasia kematian.
Bisa jadi saat kita belum sempat sholat, padahal sudah masuk waktu sholat, kita dipanggil Allah.

  • Membayangkan beratnya kematian atau beratnya sakaratul maut.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya malaikat maut datang kepada kalian 70 kali setiap hari, tapi kalian tenggelam dalam gelak tawa".

Jika sehari 70 kali malaikat maut menjenguk kita, itu artinya setiap 21 menit sekali malaikat maut mendatangi kita. Sudahkah kita menyadarinya?

  • Membayangkan mati sebelum mati.
Cara ini banyak di lakukan para ulama sholeh  terdahulu.
  • Memohon kepada Allah dengan doa-doa, agar kita meninggal dunia dalam keadaan istiqomah dalam iman Islam sampai akhir hayat.
  • Bergaul dengan orang-orang sholeh.
  • Meminta Taufiq kepada Allah.
  • Menjauhi akhlak dan kebiasaan buruk.
  • Membiasakan dzikir pagi  dan petang, jangan tinggalkan juga sayyidul istighfar.
  • Membiasakan berwudhu sebelum tidur. 
         Agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci telah berwudhu.
  • Buang jauh-jauh sifat mudah marah. 
         Pesan Nabi SAW, "La taghdob walakal jannah".
        "Jangan marah dan untukmu adalah syurga".

Mudah marah juga menunjukan rendahnya kualitas kita.
Penelitian terkini, mudah marah membuat pembuluh darah mudah pecah dan membawa pada kematian.

Semoga kita semua di wafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah.
Aamiin YRA.
Baarakallahu fiikum...

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.