Monday, 17 July 2017

Curigailah Diri !


Oleh @salimafillah

Ngelmu.id – “Betapa amanah pasukan ini dan betapa tepercaya Sa’d sang panglima”, kata Sayyidina ‘Umar dengan mata basah menyaksikan perbendaharaan Kisra ditumpuk di Madinah. . “Itu karena engkau”, sahut senyum Sayyidina ‘Ali. “Sebab andai di hatimu ada hasrat sedikit saja terhadap harta ini, niscaya para prajuritmu akan saling bunuh untuk memperebutkannya.” .

kacama-oase-iman.net

Masyaallah. . “Sesuatu yang di titik pusat menyimpang seujung kuku”, begitu KH Rahmat Abdullah berpesan, “Maka bayangkan berapa depa melesetnya pada jarak seribu tombak?”.

Ini renungan agar tiap da’i mencurigai diri sendiri tiap kali dia mengeluhkan keadaan ummat. .

Apa yang di dada seorang ‘Ulama hanya bersitan niat, bisa menyulut dosa mengerikan di tengah masyarakat. Kalau guru kencing berdiri menyebabkan murid kencing berlari; dosa kecil Ustadz mungkin memicu nista yang besarnya kian meningkat di lingkar yang makin jauh darinya. Bahkan lalainya dia dari mengingat Allah, bisa mengejawantah menjadi mesranya pengikut dengan syaithan. .

Maka ketika dia melihat para penyimak dakwahnya mudah tersulut fanatisme hingga ringan menjelekkan sesama muslim; hendaklah dia periksa hatinya. Barangkali ada setitik ‘ujub terselip dan hasad sekerlip. Terlebih bencana, jika dia menikmati puja-puji mad’u-nya dan tebersit senang melihat da’i yang tak sekubu diserang. .

Dan ketika dia melihat orang-orang di negerinya begitu bersemangat memperturutkan syahwat dan tenggelam dalam maksiat; hendaklah dia periksa dirinya, sebanyak apa hawa nafsunya bergejolak. Duhai, tipudaya syaithan, asmara adalah senjatanya yang halus dan tajam.


Ya Rabb, tolonglah kami yang begitu lemah menata nurani; berdebar di depan kekaguman, melayang mendengar pujian, berbinar melihat senyuman, bangga diminta tandatangan; fahaman sering kosong dan hati sering hampa, tapi ummat telanjur berbaiksangka. .

Artikel Terkait

Seorang yang berusaha hidup benar dan bermanfaat, Dengan cara menjadi Manusia yang PROAKTIF bukan REAKTIF. Berharap berakhir dengan khusnul khotimah.