Friday, 12 April 2019

Menikah Tanpa Cinta, Bisa?


Assalamu'alaikum Wr. Wb

Saya muslimah 25 tahun. Dulu saya pernah berpacaran dengan si A. Bagi saya dia adalah pacar pertama sekaligus cinta pertama saya. Setelah berjalan selama 8 tahun, kami putus karena ditentang orang tua si A (karena masalah derajat). Sejak saat itu kami kehilangan kontak, dan sejak saat itu pula saya tidak pernah berpacaran lagi dan tidak pernah jatuh cinta lagi.

Tapi sejak 5 bulan (sejak bulan Februari) yang lalu, saya berkenalan dengan cowok si B lewat chating. Kami belum pernah bertemu, tapi kami sudah saling tukar foto. Selama ini kami berkomunikasi dengan si B selain lewat chating karena dia berada di Jakarta dan saya di Surabaya (kami biasanya ngobrol seputar agama), juga lewat telpon.

Insyaallah sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan. Dia juga sudah meminta izin kepada orang tuaku dan semua kakakku. Sebenarnya, saya bersyukur karena sebentar lagi saya akan menikah dan saya sudah siap lahir dan batin. Tapi, yang jadi permasalahan saya adalah jujur dalam hati saya tidak ada perasaan cinta sedikitpun terhadap si B. Saya memang sayang terhadap si B, tapi saya tidak bisa mencintai si B. Saya juga sudah berusaha belajar mencinta si B, tapi tetap tidak bisa. Karena dalam hati saya sulit menerima cinta lain lagi. Saya jadi takut bu!

Apa bisa saya menjalankan rumah tangga nantinya bersama si B tanpa ada rasa cinta? Apa yang harus saya lakukan supaya saya nantinya dapat menjalankan rumah tangga dengan si B dengan mawadah warohmah? Saya bingung bu, Saya mohon jawabannya. Terimakasih.

Wassalam,

 NN Agis



Assalammu'alaikum wr.wb.

Agis yang baik, nampaknya anda masih ragu-ragu untuk menikah padahal seluruh keluarga sudah setuju dengan calon anda. Masalahnya karena anda khawatir tak bisa membangun rumah tangga yang harmonis karena merasa belum mencintainya.

Menurut saya, cinta sebelum pernikahan bukanlah syarat mutlak keberhasilan dalam rumah tangga. Bahkan tidak ada jaminan 2 orang yang saling mencintai sebelum pernikahan, rumah tangganya tidak akan gagal. Cinta sebelum ada ikatan pernikahan sebenarnya lebih banyak bersifat emosional, sehingga banyak pasangan yang awalnya begitu membara cintanya kemudian menjadi padam setelah menikah.

Jadi, keberhasilan membina rumah tangga lebih banyak bergantung pada faktor-faktor bisa tidaknya suami-istri saling menyesuaikan diri satu sama lainnya, dengan mengutamakan Akhlaqul karimah dan masing-masing tahu serta menjalankan hak dan kewajibannya.

Agis yang sholehah, mengingat perkenalan anda melalui chating maka anda harus benar-benar mengenal dulu calon ini terutama apakah ia memiliki agama, kepribadian dan akhlaq yang baik.

Jika calon memiliki kriteria tersebut maka insya allah segala karakter baiknya nanti akan dapat meningkatan rasa sayang yang anda miliki saat ini menjadi cinta yang diridhoi-Nya. Dan ingat cinta dan keharmonisan dalam rumah tangga adalah sesuatu yang harus diusahakan dan bukan ditunggu secara pasif. Selamat menempuh hidup baru dalam ridho-Nya, insya allah.

Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.


sumber : group online konsultasi keluarga

Artikel Terkait

Newest Post